Superhero.Web.ID - Untuk membantu melestarikan peninggalan sejarah negeri Jepang yang berupa manga dan anime, kota Saitama mendigitalkan majalah Tokyo Puck, yang dikenal sebagai majalah manga berwarna pertama di Jepang. Proyek arsip digital itu berarti mengakui majalah tersebut sebagai karya dengan nilai budaya tinggi. Proyek ini merupakan bagian dari kampanye "Meiji 150 Years" pemerintah Jepang yang memperingati 150 tahun dimulainya era Meiji pada tahun 1868.

Tokyo Puck Magazine Cover

Dilansir dari MyAnimelist dan website kota Saitama (11/02/2018), majalah 'Tokyo Puck' terinspirasi dari majalah satire Amerika 'Puck' yang menampilkan kartun sindiran politik. Rakuten Kitazawa meluncurkan majalah Tokyo Puck itu pada tahun 1905. Rakuten juga dikenal sebagai penulis manga profesional pertama di Jepang, dan dia sudah menggambar banyak manga politik untuk isi majalahnya.

Meskipun Rakuten adalah pemimpin redaksi majalah tersebut, dia tetap terlibat sampai era awal Meiji, dan majalah tersebut diterbitkan sampai tahun 1941 di era Shōwa. Majalah itu telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dan Cina dan dijual ke beberapa negara Asia Timur lainnya. Rakuten Kitazawa dianggap sebagai bapak dari manga modern karena karya-karyanya merupakan inspirasi dari banyak penggambar manga dan animator anime genereasi setelahnya.

Rakuten Kitazawa
Rakuten Kitazawa (gambar via Cinra.net)
Sisa-sisa kediaman Rakuten terletak di bekas kota Ōmiya, yang sekarang merupakan bagian dari Saitama. Kota ini juga mendirikan 'Saitama Shiritsu Manga Kaikan' (Museum Manga Kota Saitama) pada tahun 1966. Dengan fokus pada karya Rakuten, museum ini juga memiliki dan menampilkan karya-karya dari pencipta manga modern.

Di Museum itu tersimpan salinan asli majalah Tokyo Puck yang menjadi saksi bisu sejarah politik era Meiji Jepang. Meski sudah didigitalkan, salinan majalah asli 'Tokyo Puck' itu disimpan di tempat yang dikontrol suhu dan kelembabannya guna menjaga keawetan material majalah lama itu. Namun beberapa sampel dipajang untuk dipamerkan sebagai panel.

Majalah warna Jepang Tokyo Puck
Salah satu cover majalah Tokyo Puck yang dimuseumkan
Selain melindungi konten historis dari kerusakan, proyek digitalisasi itu juga memungkinkan agar lebih banyak karya yang bisa dipajang. Seorang perwakilan museum mengatakan bahwa dia berharap proyek ini akan membuat orang lebih banyak tahu tentang karya Rakuten.

Proyek "Meiji 150 Years" secara nasional memang bertujuan untuk melestarikan sejarah era Meiji. Kota-kota di seluruh Jepang pun turut berpartisipasi dengan proyek-proyek yang berpusat pada sejarah dan budaya lokal. Sebagai bagian dari proyek, situs web 'Minna de Tsukuru Meiji 150-nen Kyoto no Kiseki' (150 Tahun Meiji: Keajaiban Kyoto Karya Semua Orang) menampilkan foto-foto bersejarah. Catatan situs web itu juga menyimpan foto-foto markas Nintendo asli di Kyoto.

*****

Sumber: MyAnimelist & website resmi Saitama

Majalah warna Jepang pertama saksi bisu era Meiji didigitalkan setelah 113 tahun

Superhero.Web.ID - Untuk membantu melestarikan peninggalan sejarah negeri Jepang yang berupa manga dan anime, kota Saitama mendigitalkan majalah Tokyo Puck, yang dikenal sebagai majalah manga berwarna pertama di Jepang. Proyek arsip digital itu berarti mengakui majalah tersebut sebagai karya dengan nilai budaya tinggi. Proyek ini merupakan bagian dari kampanye "Meiji 150 Years" pemerintah Jepang yang memperingati 150 tahun dimulainya era Meiji pada tahun 1868.

Tokyo Puck Magazine Cover

Dilansir dari MyAnimelist dan website kota Saitama (11/02/2018), majalah 'Tokyo Puck' terinspirasi dari majalah satire Amerika 'Puck' yang menampilkan kartun sindiran politik. Rakuten Kitazawa meluncurkan majalah Tokyo Puck itu pada tahun 1905. Rakuten juga dikenal sebagai penulis manga profesional pertama di Jepang, dan dia sudah menggambar banyak manga politik untuk isi majalahnya.

Meskipun Rakuten adalah pemimpin redaksi majalah tersebut, dia tetap terlibat sampai era awal Meiji, dan majalah tersebut diterbitkan sampai tahun 1941 di era Shōwa. Majalah itu telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dan Cina dan dijual ke beberapa negara Asia Timur lainnya. Rakuten Kitazawa dianggap sebagai bapak dari manga modern karena karya-karyanya merupakan inspirasi dari banyak penggambar manga dan animator anime genereasi setelahnya.

Rakuten Kitazawa
Rakuten Kitazawa (gambar via Cinra.net)
Sisa-sisa kediaman Rakuten terletak di bekas kota Ōmiya, yang sekarang merupakan bagian dari Saitama. Kota ini juga mendirikan 'Saitama Shiritsu Manga Kaikan' (Museum Manga Kota Saitama) pada tahun 1966. Dengan fokus pada karya Rakuten, museum ini juga memiliki dan menampilkan karya-karya dari pencipta manga modern.

Di Museum itu tersimpan salinan asli majalah Tokyo Puck yang menjadi saksi bisu sejarah politik era Meiji Jepang. Meski sudah didigitalkan, salinan majalah asli 'Tokyo Puck' itu disimpan di tempat yang dikontrol suhu dan kelembabannya guna menjaga keawetan material majalah lama itu. Namun beberapa sampel dipajang untuk dipamerkan sebagai panel.

Majalah warna Jepang Tokyo Puck
Salah satu cover majalah Tokyo Puck yang dimuseumkan
Selain melindungi konten historis dari kerusakan, proyek digitalisasi itu juga memungkinkan agar lebih banyak karya yang bisa dipajang. Seorang perwakilan museum mengatakan bahwa dia berharap proyek ini akan membuat orang lebih banyak tahu tentang karya Rakuten.

Proyek "Meiji 150 Years" secara nasional memang bertujuan untuk melestarikan sejarah era Meiji. Kota-kota di seluruh Jepang pun turut berpartisipasi dengan proyek-proyek yang berpusat pada sejarah dan budaya lokal. Sebagai bagian dari proyek, situs web 'Minna de Tsukuru Meiji 150-nen Kyoto no Kiseki' (150 Tahun Meiji: Keajaiban Kyoto Karya Semua Orang) menampilkan foto-foto bersejarah. Catatan situs web itu juga menyimpan foto-foto markas Nintendo asli di Kyoto.

*****

Sumber: MyAnimelist & website resmi Saitama