Superhero yang sejak kecil dilatih menjadi seorang Assassin

Superhero.Web.ID - Tidak semua superhero berasal dari kalangan orang baik-baik, ada banyak superhero yang memulai karirnya sebagai seorang penjahat. Bahkan, ada beberapa superhero yang sejak kecil memang dilatih untuk menjadi mesin pembunuh berdarah dingin. Mereka hanya diajari satu bahasa, "kematian."

Superhero mana saja yang sejak kecil didik untuk jadi seorang assassin? Apa yang menyebabkan mereka berubah pikiran dan pada akhirnya mendedikasikan diri sebagai pahlawan?


Robin (Damian Wayne)


Robin (Damian Wayne)

Damian Wayne merupakan putra dari Bruce Wayne (Batman) dan Talia al Ghul. Talia adalah putri dari Ra's al Ghul, pemimpin dari League of Assassins sekaligus musuh bebuyutan Batman.

Damian kecil diasuh dan dididik oleh kakeknya, Ra's al Ghul, untuk menjadi seorang pembunuh yang handal. Dia dilatih untuk menguasai ilmu bela diri dan diajari cara menguasai berbagai macam senjata. Tak heran, diusianya yang masih sangat muda, Damian sudah menjelma menjadi petarung yang mematikan, bahkan jadi petarung muda yang disegani para anggota League of Assassins.

Damian vs Mara
Damian kecil dilatih untuk jadi assassin
Bukan hanya jago bertarung, Damian yang saat ini masih berusia 13 tahun juga dikenal sebagai anak yang jenius (secara, dia anaknya Batman!). Suatu hari, Damian pernah menyamar jadi seorang guru dan mengajar sains disekolah Johnathan Kent, putra Superman. Damian juga pernah mengklaim jika dirinya bisa saja meraih gelar doktor ilmu Geologi saat usianya masih 7 tahun.

Untuk menganggu perkerjaan Batman dan demi memuluskan rencana jahatnya, Talia menyerahkan hak asuh Damian pada Batman yang saat itu tidak mengetahui bahwa dirinya mempunyai seorang anak. Setelah lama hidup bersama Batman dan diangkat jadi Robin menggantikan Tim Drake, Damian malah berbalik menghianati kakek dan ibunya dan lebih memilih untuk mengikuti jejak sang ayah.

Saat ini, Damian sudah mendeklarasikan dirinya sebagai pemimpin terbaru kelompok Teen Titans, memimpian para superhero remaja yang umurnya lebih tua darinya, seperti Raven, Beast Boy, Kid Flash dan Starfire.


Orphan (Cassandra Cain)


Orphan (Cassandra Cain)

Putri dari assassin legendaris Lady Shiva dan David Cain. Cassandra Cain yang masih kecil tidak diajari cara untuk berbicara ataupun membaca, dia hanya diajari cara untuk menganalisa dan membaca gerakan tubuh lawannya. Hal ini menjadikan Cassandra mampu memprediksi gerakan atau serangan yang akan dilancarkan oleh lawan-lawannya.

Bukan hanya itu saja, Cassandra juga dianugrahi kemampuan untuk mendeteksi titik lemah pada diri seseorang, menjadikannya seorang petarung handal yang mampu melancarkan sebuah pukulan telak yang langsung melumpuhkan atau bahkan menewaskan lawannya.

Petarung sekelas Dick Grayson (Nightwing) pernah dibuat tak berkutik saat berhadapan dengan Cassandra, bahkan Batman mengaku akan kalah andai saja Cassandra bertarung dengan serius saat melawannya.

Orphan vs Nightwing
Dick Grayson dibuat tak berkutik oleh Cassandra
Walaupun sejak kecil dididik untuk jadi seorang assassin, namun Cassandra malah berbalik menghindari takdirnya dan bersumpah untuk tidak lagi membunuh seseorang.

Melihat potensinya yang luar biasa, Batman akhirnya mengajak Cassandra untuk bergabung jadi keluarga Batman.


Black Widow (Natalia "Natasha" Alianovna Romanova)


Black Widow

Black Widow alias Natasha Romanov merupakan salah satu karakter Marvel yang memiliki sejarah yang panjang. Saat masih kecil, Natasha diasuh oleh tentara Rusia bernama Ivan Petrovich Bezukhov setelah Nazi membakar sebuah bangunan yang menewaskan seluruh keluarga Natasha.

Natasha kemudian direkrut oleh akademi Red Room, sebuah organisasi rahasia yang bertugas untuk melatih dan mendidik para gadis cilik untuk kemudian dijadikan assassin. Selama dilatih oleh akademi Red room, Natasha menjelma menjadi salah satu agen terbaik.

Natasha Romanov membunuh targetnya
Natasha menjalankan aksinya

Setelah beranjak dewasa, Natasha kemudian direkrut jadi agen badan intelijen Uni Soviet -K.G.B. (Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti). Lama kelamaan, para petinggi K.G.B. mulai mempertanyakan loyalitas Natasha.

Natasha kemudian diculik untuk kembali dicuci otaknya agar lebih loyal pada K.G.B. Namun, Natasha berhasil membebaskan dirinya sendiri dari pengaruh cuci otak tersebut. Dari sini, Natasha mulai membelot dan mulai membantu para Avengers dalam menjalankan beberapa misi, namun saat itu Nat masih menolak untuk jadi anggota Avengers karena kelompok superhero ini masih segan untuk menghabisi nyawa musuh-musuhnya.

Dengan julukan Black Widow, Natasha kemudian memulai karirnya sebagai vigilante. Seiring berjalannya waktu, Natasha semakin mendedikasikan dirinya untuk membela kebenaran. Natasha pernah tergabung dalam kelompok Champions, jadi agen SHIELD dan tentu saja, jadi anggota inti dalam kelompok Avengers.


Gamora (Gamora Zen Whoberi Ben Titan)


Gamora

Gamora merupakan satu-satunya ras alien Zen Whoberi yang berhasil bertahan hidup setelah ras alien tersebut dibantai habis oleh sebuah kelompok fanatik yang ingin mempeluas kekuasaannya. Thanos kemudian menyelamatkan Gamora dan menjadikannya sebagai anak angkat.

Thanos melatih anak angkatnya dengan sangat keras agar mampu menguasai ilmu bela diri dari berbagai galaksi dan juga dilatih untuk menguasai berbagai macam senjata. Dilatih oleh salah satu karakter terkuat disemesta Marvel, Gamora menjelma menjadi assassin paling mematikan di seluruh galaksi.

Gamora dilatih oleh Thanos
Gamora dilatih oleh Thanos
Suatu ketika, Gamora secara tidak sengaja mengungkap rencana jahat Thanos yang ingin menghancurkan alam semesta semata-mata sebagai persembahan untuk "kematian". Merasa kaget dan katakutan, Gamora menyerang Thanos dan berniat untuk menghabisinya, namun usaha tersebut gagal, Gamora malah terluka parah dan hampir tewas. Adam Warlock menemukan tubuh Gamora dalam keadaan sekarat.

Dengan bantuan Soul Stone, Adam menyerap kesadaran Gamora agar rohnya tetap bisa bertahan. Warlock akhirnya memproyeksikan roh Gamora ke dalam sebuah mayat untuk menghidupnya kembali.

Gamora penah bergabung dalam kelompok Infinity Watch dan ditugaskan untuk menjaga Time Stone. Gamora kemudian bergabung dalam kelompok Guardians of the Galaxy dan semakin mendedikasikan hidupnya untuk menjaga keamanan galaksi.


X-23 (Laura Kinney)


X-23 (Laura Kinney)

X-23 memang benar-benar diciptakan untuk jadi mesin pembunuh yang nyaris sempurna. Bagaimana tidak? X-23 diklon dari Wolverine, mutant "pembunuh" yang dianugrahi insting yang tajam, indra penciuman superior, cakar, dan nyaris tak bisa mati.

Sebuah organisasi rahasia yang dikenal dengan the Facility berencana untuk kembali menciptakan mesin pembunuh layaknya Weapon X. Setelah 22 kali gagal, para petinggi the Facility memutuskan untuk menyewa Sarah Kinney, seorang ahli genetik yang cukup terkenal dikala itu.

X-23 dan Sarah Kinney
X-23 dan Sarah Kinney
Sarah menyadari bahwa sample genetik Wolverine rusak dan berencana untuk mengambil jalan lain dengan menduplikasi kromosom X. Langkah ini ditentang karena kromosom X akan melahirkan seorang wanita dan dianggap mengurangi kemampuan dari klon itu sendiri, namun Zander Rice yang kala itu menjadi pemimpin the Facility menyetujui gagasan Sarah. Inilah alasan kenapa X-23 tidak dilahirkan sebagai seorang laki-laki.

Sembilan bulan kemudian, Sarah melahirkan X-23 melalui proses persalinan yang normal. Menginjak usia 7 tahun, X-23 mulai dilatih ilmu bela diri, bahkan dia sengaja diradiasi untuk mempercepat proses mutasinya sekaligus mempercepat pertumbuhan cakarnya. Tidak seperti Wolverine, logam adamatium hanya dilapiskan pada cakar ditangan dan kaki X-23.

Yang lebih gilanya lagi, the Facility sengaja menciptakan sebuah aroma pemacu yang dapat menghilangkan sisi kemanusiaan X-23. Saat mencium bau dari aroma tersebut, mata X-23 akan memerah. Bagaikan hewan liar yang haus darah, X akan menyerang secara membabi buta dan amukannya nyaris tak bisa dihentikan.

X-23 in action
X-23 in action

Diusia yang masih kurang dari 11 tahun, X-23 sudah sering dikirim untuk menjalankan misi pembunuhan. Tak heran, diusianya yang masih sangat muda, X-23 sudah menjadi salah satu buronan paling dicari diseluruh dunia.

Sebagai seorang Ibu, Sarah Kinney semakin tak tega melihat anaknya terus menerus diperlakukan layaknya seorang monster. Sarah memutuskan untuk membebaskan anaknya, namun sebelumnya menjalankan aksinya, Zander Rice menunjukkan klon X-24 - X-50 yang masih dalam tabung pada Sarah. Merasa hal itu akan sangat membahayakan, Sarah akhirnya memerintahkan X-23 untuk menghancurkan the Facility.

X-23 membabat habis para pasukan penjaga the Facility dan berhasil menghancurkan seluruh klon X. Saat menemui Sarah diluar bangunan the Facility, X-23 mencium aroma pemacu pada tubuh Sarah dan tanpa sadar langsung menyerangnya. Ternyata diam-diam, Sarah sebelumnya sudah diolesi aroma pemacu oleh Zander Rice.

X-23 mencium aroma pemacu pada tubuh Sarah
Mata X-23 memerah saat mencium bau pemacu pada tubuh Sarah

Saat mulai kembali tersadar, X-23 menemukan Sarah dalam keadaan sekarat. Menjelang kematiannya, Sarah menamanakan X-23 Laura Kinney, mengatakan bahwa dia ibunya dan sangat mencintainya.

Sarah dalam keadaan sekarat

Melalui pesan terakhir Ibunya, Laura kemudian mencari sang Ayah, Wolverine (Logan) dan pada akhirnya bergabung dengan X-Men.

Saat ini, Laura sudah menyandang nama Wolverine menggantikan Logan yang tewas.

Itulah 5 superhero yang sejak kecil didik untuk jadi mesin pembunuh. Menurut Anda, superhero mana lagi yang sejak kecil dilatih untuk jadi seorang assassin?

*****

5 Superhero yang sejak kecil dilatih menjadi seorang Assassin

Superhero yang sejak kecil dilatih menjadi seorang Assassin

Superhero.Web.ID - Tidak semua superhero berasal dari kalangan orang baik-baik, ada banyak superhero yang memulai karirnya sebagai seorang penjahat. Bahkan, ada beberapa superhero yang sejak kecil memang dilatih untuk menjadi mesin pembunuh berdarah dingin. Mereka hanya diajari satu bahasa, "kematian."

Superhero mana saja yang sejak kecil didik untuk jadi seorang assassin? Apa yang menyebabkan mereka berubah pikiran dan pada akhirnya mendedikasikan diri sebagai pahlawan?


Robin (Damian Wayne)


Robin (Damian Wayne)

Damian Wayne merupakan putra dari Bruce Wayne (Batman) dan Talia al Ghul. Talia adalah putri dari Ra's al Ghul, pemimpin dari League of Assassins sekaligus musuh bebuyutan Batman.

Damian kecil diasuh dan dididik oleh kakeknya, Ra's al Ghul, untuk menjadi seorang pembunuh yang handal. Dia dilatih untuk menguasai ilmu bela diri dan diajari cara menguasai berbagai macam senjata. Tak heran, diusianya yang masih sangat muda, Damian sudah menjelma menjadi petarung yang mematikan, bahkan jadi petarung muda yang disegani para anggota League of Assassins.

Damian vs Mara
Damian kecil dilatih untuk jadi assassin
Bukan hanya jago bertarung, Damian yang saat ini masih berusia 13 tahun juga dikenal sebagai anak yang jenius (secara, dia anaknya Batman!). Suatu hari, Damian pernah menyamar jadi seorang guru dan mengajar sains disekolah Johnathan Kent, putra Superman. Damian juga pernah mengklaim jika dirinya bisa saja meraih gelar doktor ilmu Geologi saat usianya masih 7 tahun.

Untuk menganggu perkerjaan Batman dan demi memuluskan rencana jahatnya, Talia menyerahkan hak asuh Damian pada Batman yang saat itu tidak mengetahui bahwa dirinya mempunyai seorang anak. Setelah lama hidup bersama Batman dan diangkat jadi Robin menggantikan Tim Drake, Damian malah berbalik menghianati kakek dan ibunya dan lebih memilih untuk mengikuti jejak sang ayah.

Saat ini, Damian sudah mendeklarasikan dirinya sebagai pemimpin terbaru kelompok Teen Titans, memimpian para superhero remaja yang umurnya lebih tua darinya, seperti Raven, Beast Boy, Kid Flash dan Starfire.


Orphan (Cassandra Cain)


Orphan (Cassandra Cain)

Putri dari assassin legendaris Lady Shiva dan David Cain. Cassandra Cain yang masih kecil tidak diajari cara untuk berbicara ataupun membaca, dia hanya diajari cara untuk menganalisa dan membaca gerakan tubuh lawannya. Hal ini menjadikan Cassandra mampu memprediksi gerakan atau serangan yang akan dilancarkan oleh lawan-lawannya.

Bukan hanya itu saja, Cassandra juga dianugrahi kemampuan untuk mendeteksi titik lemah pada diri seseorang, menjadikannya seorang petarung handal yang mampu melancarkan sebuah pukulan telak yang langsung melumpuhkan atau bahkan menewaskan lawannya.

Petarung sekelas Dick Grayson (Nightwing) pernah dibuat tak berkutik saat berhadapan dengan Cassandra, bahkan Batman mengaku akan kalah andai saja Cassandra bertarung dengan serius saat melawannya.

Orphan vs Nightwing
Dick Grayson dibuat tak berkutik oleh Cassandra
Walaupun sejak kecil dididik untuk jadi seorang assassin, namun Cassandra malah berbalik menghindari takdirnya dan bersumpah untuk tidak lagi membunuh seseorang.

Melihat potensinya yang luar biasa, Batman akhirnya mengajak Cassandra untuk bergabung jadi keluarga Batman.


Black Widow (Natalia "Natasha" Alianovna Romanova)


Black Widow

Black Widow alias Natasha Romanov merupakan salah satu karakter Marvel yang memiliki sejarah yang panjang. Saat masih kecil, Natasha diasuh oleh tentara Rusia bernama Ivan Petrovich Bezukhov setelah Nazi membakar sebuah bangunan yang menewaskan seluruh keluarga Natasha.

Natasha kemudian direkrut oleh akademi Red Room, sebuah organisasi rahasia yang bertugas untuk melatih dan mendidik para gadis cilik untuk kemudian dijadikan assassin. Selama dilatih oleh akademi Red room, Natasha menjelma menjadi salah satu agen terbaik.

Natasha Romanov membunuh targetnya
Natasha menjalankan aksinya

Setelah beranjak dewasa, Natasha kemudian direkrut jadi agen badan intelijen Uni Soviet -K.G.B. (Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti). Lama kelamaan, para petinggi K.G.B. mulai mempertanyakan loyalitas Natasha.

Natasha kemudian diculik untuk kembali dicuci otaknya agar lebih loyal pada K.G.B. Namun, Natasha berhasil membebaskan dirinya sendiri dari pengaruh cuci otak tersebut. Dari sini, Natasha mulai membelot dan mulai membantu para Avengers dalam menjalankan beberapa misi, namun saat itu Nat masih menolak untuk jadi anggota Avengers karena kelompok superhero ini masih segan untuk menghabisi nyawa musuh-musuhnya.

Dengan julukan Black Widow, Natasha kemudian memulai karirnya sebagai vigilante. Seiring berjalannya waktu, Natasha semakin mendedikasikan dirinya untuk membela kebenaran. Natasha pernah tergabung dalam kelompok Champions, jadi agen SHIELD dan tentu saja, jadi anggota inti dalam kelompok Avengers.


Gamora (Gamora Zen Whoberi Ben Titan)


Gamora

Gamora merupakan satu-satunya ras alien Zen Whoberi yang berhasil bertahan hidup setelah ras alien tersebut dibantai habis oleh sebuah kelompok fanatik yang ingin mempeluas kekuasaannya. Thanos kemudian menyelamatkan Gamora dan menjadikannya sebagai anak angkat.

Thanos melatih anak angkatnya dengan sangat keras agar mampu menguasai ilmu bela diri dari berbagai galaksi dan juga dilatih untuk menguasai berbagai macam senjata. Dilatih oleh salah satu karakter terkuat disemesta Marvel, Gamora menjelma menjadi assassin paling mematikan di seluruh galaksi.

Gamora dilatih oleh Thanos
Gamora dilatih oleh Thanos
Suatu ketika, Gamora secara tidak sengaja mengungkap rencana jahat Thanos yang ingin menghancurkan alam semesta semata-mata sebagai persembahan untuk "kematian". Merasa kaget dan katakutan, Gamora menyerang Thanos dan berniat untuk menghabisinya, namun usaha tersebut gagal, Gamora malah terluka parah dan hampir tewas. Adam Warlock menemukan tubuh Gamora dalam keadaan sekarat.

Dengan bantuan Soul Stone, Adam menyerap kesadaran Gamora agar rohnya tetap bisa bertahan. Warlock akhirnya memproyeksikan roh Gamora ke dalam sebuah mayat untuk menghidupnya kembali.

Gamora penah bergabung dalam kelompok Infinity Watch dan ditugaskan untuk menjaga Time Stone. Gamora kemudian bergabung dalam kelompok Guardians of the Galaxy dan semakin mendedikasikan hidupnya untuk menjaga keamanan galaksi.


X-23 (Laura Kinney)


X-23 (Laura Kinney)

X-23 memang benar-benar diciptakan untuk jadi mesin pembunuh yang nyaris sempurna. Bagaimana tidak? X-23 diklon dari Wolverine, mutant "pembunuh" yang dianugrahi insting yang tajam, indra penciuman superior, cakar, dan nyaris tak bisa mati.

Sebuah organisasi rahasia yang dikenal dengan the Facility berencana untuk kembali menciptakan mesin pembunuh layaknya Weapon X. Setelah 22 kali gagal, para petinggi the Facility memutuskan untuk menyewa Sarah Kinney, seorang ahli genetik yang cukup terkenal dikala itu.

X-23 dan Sarah Kinney
X-23 dan Sarah Kinney
Sarah menyadari bahwa sample genetik Wolverine rusak dan berencana untuk mengambil jalan lain dengan menduplikasi kromosom X. Langkah ini ditentang karena kromosom X akan melahirkan seorang wanita dan dianggap mengurangi kemampuan dari klon itu sendiri, namun Zander Rice yang kala itu menjadi pemimpin the Facility menyetujui gagasan Sarah. Inilah alasan kenapa X-23 tidak dilahirkan sebagai seorang laki-laki.

Sembilan bulan kemudian, Sarah melahirkan X-23 melalui proses persalinan yang normal. Menginjak usia 7 tahun, X-23 mulai dilatih ilmu bela diri, bahkan dia sengaja diradiasi untuk mempercepat proses mutasinya sekaligus mempercepat pertumbuhan cakarnya. Tidak seperti Wolverine, logam adamatium hanya dilapiskan pada cakar ditangan dan kaki X-23.

Yang lebih gilanya lagi, the Facility sengaja menciptakan sebuah aroma pemacu yang dapat menghilangkan sisi kemanusiaan X-23. Saat mencium bau dari aroma tersebut, mata X-23 akan memerah. Bagaikan hewan liar yang haus darah, X akan menyerang secara membabi buta dan amukannya nyaris tak bisa dihentikan.

X-23 in action
X-23 in action

Diusia yang masih kurang dari 11 tahun, X-23 sudah sering dikirim untuk menjalankan misi pembunuhan. Tak heran, diusianya yang masih sangat muda, X-23 sudah menjadi salah satu buronan paling dicari diseluruh dunia.

Sebagai seorang Ibu, Sarah Kinney semakin tak tega melihat anaknya terus menerus diperlakukan layaknya seorang monster. Sarah memutuskan untuk membebaskan anaknya, namun sebelumnya menjalankan aksinya, Zander Rice menunjukkan klon X-24 - X-50 yang masih dalam tabung pada Sarah. Merasa hal itu akan sangat membahayakan, Sarah akhirnya memerintahkan X-23 untuk menghancurkan the Facility.

X-23 membabat habis para pasukan penjaga the Facility dan berhasil menghancurkan seluruh klon X. Saat menemui Sarah diluar bangunan the Facility, X-23 mencium aroma pemacu pada tubuh Sarah dan tanpa sadar langsung menyerangnya. Ternyata diam-diam, Sarah sebelumnya sudah diolesi aroma pemacu oleh Zander Rice.

X-23 mencium aroma pemacu pada tubuh Sarah
Mata X-23 memerah saat mencium bau pemacu pada tubuh Sarah

Saat mulai kembali tersadar, X-23 menemukan Sarah dalam keadaan sekarat. Menjelang kematiannya, Sarah menamanakan X-23 Laura Kinney, mengatakan bahwa dia ibunya dan sangat mencintainya.

Sarah dalam keadaan sekarat

Melalui pesan terakhir Ibunya, Laura kemudian mencari sang Ayah, Wolverine (Logan) dan pada akhirnya bergabung dengan X-Men.

Saat ini, Laura sudah menyandang nama Wolverine menggantikan Logan yang tewas.

Itulah 5 superhero yang sejak kecil didik untuk jadi mesin pembunuh. Menurut Anda, superhero mana lagi yang sejak kecil dilatih untuk jadi seorang assassin?

*****