»
Metropolis

Superhero.Web.ID - Marvel cenderung menggunakan "kota-kota nyata" di Amerika Serikat karena saat mereka membawa kembali para superhero pada tahun 60an, mereka berusaha untuk menjadi lebih "nyata" daripada pesaing mereka di aspek manapun. Namun, tidak dipungkiri Marvel juga memiliki kota fiksi, yakni Wakanda (Black Panther) dan Latveria (Doctor Doom).

Wakanda (Kota fiksi Black Panther)
Pada tahun 50an DC Comics sudah memiliki Superman, Batman, Wonder Woman. Dan meski kawan komik mereka semakin bertambah, hanya Wonder Woman saja yang tinggal di kota sungguhan, London, Inggris. Kota buatan memiliki keuntungan sendiri dalam dalam pembuatan cerita, karena bebas dari aspek kehidupan kota nyata. Dengan begitu, penulis takkan takut untuk menyalahi adat atau budaya yang ada di kota tersebut.

Gotham (Kota Batman)
Hal itu berbeda dengan Marvel yang menggunakan kota-kota nyata. Sampai saat ini Marvel sering "rame" dengan penjahat mereka hanya di kota New York. Dan itu juga menimbulkan masalah bagi Marvel, menimbulkan "plot hole" dalam cerita mereka. Seperti misalnya saat kota New York diserang dan dihancurkan oleh alien-alien, rasanya jadi aneh kalau para hero lain Marvel tidak ikut membantu mengusir alien-alien jahat itu atau bahkan tidak tahu menahu tentang invasi itu. Apalagi saat media sosial seperti Facebook adalah hal umum.

Lepas dari alasan lainnya yang mengaitkan kota dengan para superheronya, negara dan kota buatan imajinasi adalah alasan untuk menghindari kecenderungan menyinggung negara atau kota nyata itu. Seperti misalnya, seperti menulis Indonesia dipimpin oleh diktator kejam yang singgasananya di kota Jakarta dan harus diberantas demi kedamaian umat dan masyarakat.

Kenapa DC Comics memakai Kota Fiksi dan Marvel memakai Kota Nyata di komik mereka?

Metropolis

Superhero.Web.ID - Marvel cenderung menggunakan "kota-kota nyata" di Amerika Serikat karena saat mereka membawa kembali para superhero pada tahun 60an, mereka berusaha untuk menjadi lebih "nyata" daripada pesaing mereka di aspek manapun. Namun, tidak dipungkiri Marvel juga memiliki kota fiksi, yakni Wakanda (Black Panther) dan Latveria (Doctor Doom).

Wakanda (Kota fiksi Black Panther)
Pada tahun 50an DC Comics sudah memiliki Superman, Batman, Wonder Woman. Dan meski kawan komik mereka semakin bertambah, hanya Wonder Woman saja yang tinggal di kota sungguhan, London, Inggris. Kota buatan memiliki keuntungan sendiri dalam dalam pembuatan cerita, karena bebas dari aspek kehidupan kota nyata. Dengan begitu, penulis takkan takut untuk menyalahi adat atau budaya yang ada di kota tersebut.

Gotham (Kota Batman)
Hal itu berbeda dengan Marvel yang menggunakan kota-kota nyata. Sampai saat ini Marvel sering "rame" dengan penjahat mereka hanya di kota New York. Dan itu juga menimbulkan masalah bagi Marvel, menimbulkan "plot hole" dalam cerita mereka. Seperti misalnya saat kota New York diserang dan dihancurkan oleh alien-alien, rasanya jadi aneh kalau para hero lain Marvel tidak ikut membantu mengusir alien-alien jahat itu atau bahkan tidak tahu menahu tentang invasi itu. Apalagi saat media sosial seperti Facebook adalah hal umum.

Lepas dari alasan lainnya yang mengaitkan kota dengan para superheronya, negara dan kota buatan imajinasi adalah alasan untuk menghindari kecenderungan menyinggung negara atau kota nyata itu. Seperti misalnya, seperti menulis Indonesia dipimpin oleh diktator kejam yang singgasananya di kota Jakarta dan harus diberantas demi kedamaian umat dan masyarakat.