BeritaSuperhero.Com - Akhir cerita Man of Steel mungkin sedikit berlebihan bagi sebagian orang. Ada penghancuran masif dan pembunuhan ribuan orang tak berdosa dalam film yang dibintangi Henry Cavill sebagai Superman itu. Sutradara Zack Snyder dikritik karena terlalu dramatis.

Namun ternyata, ia sesungguhnya punya agenda lain di balik akhir yang menghancurkan itu. Agendanya terungkap dalam sebuah wawancara yang dikutip Ace Showbiz baru-baru ini. Snyder menjelaskan mengapa kehancuran dengan level yang bisa dibilang dahsyat itu diperlukan.

"Itu adalah tesis tentang Superman bagi saya, Anda tak bisa hanya menonton pahlawan super berkeliling dan tidak menimbulkan konsekuensi," ujar Snyder. Pahlawan seperti Superman, saat bertarung dengan Zod (Michael Shannon) pasti menimbulkan kehancuran.

Selain alasan logika berpikir, kehancuran yang dibuat Snyder ternyata juga berhubungan dengan film lanjutan yang kini tengah ramai diperbincangkan, Batman v Superman: Dawn of Justice. Ben Affleck, pemeran Batman menyiratkan kesan kehancuran itu merupakan awal pemantik pertarungannya dengan Superman.

"Salah satu hal yang saya suka adalah ide Zack untuk menunjukkan akuntabilitas dan konsekuensi atas kejahatan dan melihat bahwa di sana ada orang-orang sungguhan yang terkurung dalam bangunan," Affleck menuturkan.

Ia berkata melanjutkan, "Kenyataannya, salah satu gedung itu adalah milik Bruce Wayne (Batman), jadi dia kenal orang-orang yang meninggal dalam kejadian Black Zero itu." Sebagian merupakan kawan dan kolega Wayne.

Dari pernyataan itu, muncul dugaan di dunia perfilman bahwa akan ada pertarungan hebat antara Superman dan Batman, seperti judul filmnya. Batman diprediksi akan sangat marah terhadap Superman, dan itulah konflik filmnya.

(Entertainment Weekly)


Ben Affleck: Superman 'Membunuh' Karyawan Wayne Enterprises di Man of Steel


BeritaSuperhero.Com - Akhir cerita Man of Steel mungkin sedikit berlebihan bagi sebagian orang. Ada penghancuran masif dan pembunuhan ribuan orang tak berdosa dalam film yang dibintangi Henry Cavill sebagai Superman itu. Sutradara Zack Snyder dikritik karena terlalu dramatis.

Namun ternyata, ia sesungguhnya punya agenda lain di balik akhir yang menghancurkan itu. Agendanya terungkap dalam sebuah wawancara yang dikutip Ace Showbiz baru-baru ini. Snyder menjelaskan mengapa kehancuran dengan level yang bisa dibilang dahsyat itu diperlukan.

"Itu adalah tesis tentang Superman bagi saya, Anda tak bisa hanya menonton pahlawan super berkeliling dan tidak menimbulkan konsekuensi," ujar Snyder. Pahlawan seperti Superman, saat bertarung dengan Zod (Michael Shannon) pasti menimbulkan kehancuran.

Selain alasan logika berpikir, kehancuran yang dibuat Snyder ternyata juga berhubungan dengan film lanjutan yang kini tengah ramai diperbincangkan, Batman v Superman: Dawn of Justice. Ben Affleck, pemeran Batman menyiratkan kesan kehancuran itu merupakan awal pemantik pertarungannya dengan Superman.

"Salah satu hal yang saya suka adalah ide Zack untuk menunjukkan akuntabilitas dan konsekuensi atas kejahatan dan melihat bahwa di sana ada orang-orang sungguhan yang terkurung dalam bangunan," Affleck menuturkan.

Ia berkata melanjutkan, "Kenyataannya, salah satu gedung itu adalah milik Bruce Wayne (Batman), jadi dia kenal orang-orang yang meninggal dalam kejadian Black Zero itu." Sebagian merupakan kawan dan kolega Wayne.

Dari pernyataan itu, muncul dugaan di dunia perfilman bahwa akan ada pertarungan hebat antara Superman dan Batman, seperti judul filmnya. Batman diprediksi akan sangat marah terhadap Superman, dan itulah konflik filmnya.

(Entertainment Weekly)