BeritaSuperhero.Com - Setelah Star Wars Episode VII: The Force Awakens, film Star Wars Episode VIII direncanakan diproduksi di Inggris oleh Pinewood Studio, seperti yang dikatakan oleh pejabat tinggi Inggris George Osbourne pada Hari Star Wars, Senin (4/5).

Osbourne juga mengatakan, Lucas Film akan mengeluarkan dana hingga US$151 juta sehingga akan menghasilkan sebanyak 3.000 lahan pekerjaan untuk film Star Wars VIII.

Jika benar terjadi, film Star Wars VIII adalah film ke-empat yang diproduksi di Inggris. Disutradarai oleh Rian Johnson, film ini akan mulai diproduksi pada 2016 dan rilis setahun berikutnya.

"Produksi film ini akan menggairahkan industri film di Inggris Raya. Dari ahli visual efek hingga penata lampu, dari tukang kayu hingga penata busana," kata Osbourne seperti yang dikutip dari Guardian, pada Senin (4/5).
"Hingga saat ini industri kreatif di Inggris telah banyak menyumbang perekonomian. Oleh karena itu, saya sangat mendukung terlaksananya produksi film ini," ujar Brown.
"Kami akan mendukung penuh industri ini dan produksi film yang akan dilakukan. Kami yakin, Inggris Raya adalah tempat terbaik di dunia untuk industri kreatif," lanjutnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, bos Lucas Film, Kathleen Kennedy mengatakan kalau timnya sudah tidak sabar untuk memulai produksi di Inggris.

Ramainya pemberitaan mengenai kembali dirilisnya film sci-fi Star Wars dibumbui dengan sebuah kabar, pada Jumat (1/5), bahwa Josh Trank, sang sutradara film Star Wars yang direncanakan rilis pada 2018, mengundurkan diri dari proyek megah tersebut.

Dalam keterangan resminya, seperti yang dikutip dari Huffington Post, Trank menyatakan mengundurkan diri dengan maksud ingin mengejar karier yang lebih kreatif.

Film Star Wars yang akan disutradari Trank adalah lanjutan dari film The Force Awakens yang akan rilis pada Desember tahun ini.

"Setelah bertahun-tahun mendapat kesempatan mengembangkan sebuah proyek di Lucas Film, saya memutuskan untuk melanjutkan karier ke proyek lain," kata Trank.

"Saya telah menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk film ini, tapi kata hati saya berkata lain," lanjutnya.

Wakil pemimpin Lucas Film, Kiri Hart, juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi Trank hingga sejauh ini, seperti yang dimuat dalam situs web resmi film Star Wars.

Sampai saat ini belum diketahui siapa yang akan menggantikan posisi Trank.

Film The Force Awakens adalah film Star Wars yang akan dirilis oleh Disney, setelah franchise-nya dibeli dari Lucas Film seharga US$4.05 miliar pada 2012.

Cuplikannya pun sudah beredar dan terlihat di film The Force Awakens, para pemain Star Wars awal--seperti Harrison Ford, Mark Hamill dan Carrie Fisher--masih akan berperan.

Yang akan menyutradarai The Force Awakens adalah JJ Abrams. Dikabarkan, ia akan membuat film The Force Awakens dengan teknik film lama dan tidak akan terlalu banyak menggunakan kecanggihan komputer CGI.

"Kami akan membuat film ini terasa sangat lawas dan hanya akan menggunakan CGI untuk mengurangi atau menambahkan sedikit hal," kata Abrams.

Produksi 'Star Wars' Sumbang 3.000 Lahan Kerja di Inggris


BeritaSuperhero.Com - Setelah Star Wars Episode VII: The Force Awakens, film Star Wars Episode VIII direncanakan diproduksi di Inggris oleh Pinewood Studio, seperti yang dikatakan oleh pejabat tinggi Inggris George Osbourne pada Hari Star Wars, Senin (4/5).

Osbourne juga mengatakan, Lucas Film akan mengeluarkan dana hingga US$151 juta sehingga akan menghasilkan sebanyak 3.000 lahan pekerjaan untuk film Star Wars VIII.

Jika benar terjadi, film Star Wars VIII adalah film ke-empat yang diproduksi di Inggris. Disutradarai oleh Rian Johnson, film ini akan mulai diproduksi pada 2016 dan rilis setahun berikutnya.

"Produksi film ini akan menggairahkan industri film di Inggris Raya. Dari ahli visual efek hingga penata lampu, dari tukang kayu hingga penata busana," kata Osbourne seperti yang dikutip dari Guardian, pada Senin (4/5).
"Hingga saat ini industri kreatif di Inggris telah banyak menyumbang perekonomian. Oleh karena itu, saya sangat mendukung terlaksananya produksi film ini," ujar Brown.
"Kami akan mendukung penuh industri ini dan produksi film yang akan dilakukan. Kami yakin, Inggris Raya adalah tempat terbaik di dunia untuk industri kreatif," lanjutnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, bos Lucas Film, Kathleen Kennedy mengatakan kalau timnya sudah tidak sabar untuk memulai produksi di Inggris.

Ramainya pemberitaan mengenai kembali dirilisnya film sci-fi Star Wars dibumbui dengan sebuah kabar, pada Jumat (1/5), bahwa Josh Trank, sang sutradara film Star Wars yang direncanakan rilis pada 2018, mengundurkan diri dari proyek megah tersebut.

Dalam keterangan resminya, seperti yang dikutip dari Huffington Post, Trank menyatakan mengundurkan diri dengan maksud ingin mengejar karier yang lebih kreatif.

Film Star Wars yang akan disutradari Trank adalah lanjutan dari film The Force Awakens yang akan rilis pada Desember tahun ini.

"Setelah bertahun-tahun mendapat kesempatan mengembangkan sebuah proyek di Lucas Film, saya memutuskan untuk melanjutkan karier ke proyek lain," kata Trank.

"Saya telah menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk film ini, tapi kata hati saya berkata lain," lanjutnya.

Wakil pemimpin Lucas Film, Kiri Hart, juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi Trank hingga sejauh ini, seperti yang dimuat dalam situs web resmi film Star Wars.

Sampai saat ini belum diketahui siapa yang akan menggantikan posisi Trank.

Film The Force Awakens adalah film Star Wars yang akan dirilis oleh Disney, setelah franchise-nya dibeli dari Lucas Film seharga US$4.05 miliar pada 2012.

Cuplikannya pun sudah beredar dan terlihat di film The Force Awakens, para pemain Star Wars awal--seperti Harrison Ford, Mark Hamill dan Carrie Fisher--masih akan berperan.

Yang akan menyutradarai The Force Awakens adalah JJ Abrams. Dikabarkan, ia akan membuat film The Force Awakens dengan teknik film lama dan tidak akan terlalu banyak menggunakan kecanggihan komputer CGI.

"Kami akan membuat film ini terasa sangat lawas dan hanya akan menggunakan CGI untuk mengurangi atau menambahkan sedikit hal," kata Abrams.